Kabel diduga curian disita, puluhan warga serang 2 anggota polisi


Puluhan warga Desa Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyerang dua anggota polisi setempat. Penyerangan itu disinyalir lantaran kabel diduga hasil curian warga disita kepolisian.

Informasi dihimpun, peristiwa itu bermula saat Brigpol Sahada dan Briptu Achmad Yudistira sedang berpatroli di areal PT OKI Pulp and Paper di Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, OKI, Senin (20/2) sore. Kedua polisi tersebut mendapati kontainer yang mencurigakan. Saat dibuka, ditemukan kabel tembaga yang telah dikupas seberat 700 kilogram.

Lalu, kedua polisi tersebut menelusuri lokasi dan kembali menemukan barang serupa dan satu unit sepeda motor nomor polisi BG 4843 KAF serta alat hisap sabu. Barang bukti kemudian dibawa ke pangkalan Polair Polres OKI.

Malam harinya atau pada pukul 23.00 WIB, pangkalan Polair Polres OKI didatangi empat orang warga yang tidak terima barang-barang itu disita. Tanpa diketahui mulanya, kedua polisi tersebut diserang keempat menggunakan parang.

Tak sampai di situ, keempat warga berusaha merebut pistol kedua polisi. Usaha itu digagalkan karena kedua polisi melepaskan tembakan ke atas sebagai peringatan yang membuat keempat warga kabur.

Selang beberapa jam, massa yang berjumlah sekitar 30 orang dari Desa Air Sugihan dengan membawa senjata tajam, berusaha menyerbu pangkalan Polair Polres OKI. Awalnya, aksi massa berhasil digagalkan oleh Kanit Reskrim Polsek Air Sugihan dan Tim Intel Dermaga Pelabuhan PT OKI Pulp and Paper.

Namun, massa kembali berusaha menyerbu polisi. Tak ingin terjadi kejadian fatal, sejumlah anggota Pam Obvit Polda Sumsel akhirnya mengepung massa dengan senjata lengkap. Massa pun membubarkan diri.

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Dia meminta wartawan menghubungi polres setempat.

"Untuk pastinya tanyakan ke Kapolres OKI," ungkap Robinson, Selasa (21/2).

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Amazona melalui Humas Polres OKI, Ipda Ilham membenarkan kejadian itu. Hanya saja, pihaknya masih memastikan detail peristiwa tersebut.

"Nanti kita konfirmasi lagi ke sana (Kapsek Air Sugihan)," pungkasnya.

0 komentar: